Minggu, 23 Desember 2012

BIODIESEL DARI TANAMAN JARAK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI SOLAR


BIODIESEL DARI TANAMAN JARAK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI SOLAR

ABSTRAKSI
“Biodiesel dari Tanaman Jarak sebagai Pengganti Solar”
Kata Kunci: Bahan bakar alternatif (biodiesel), pohon jarak, minyak lemak.
Dunia sedang menghadapi masalah besar, ancaman serius dari polusi gas rumah kaca akibat pembakaran bahan bakar fosil. Dengan keadaan ini, sudah saatnya mencari inovasi baru pengganti bahan bakar minyak atau solar, dan Biodiesel dari Pohon Jarak menjadi jalan keluar yang cukup baik dalam hal ini. Tapi sebelumnya, kita harus mengenal pohon jarak yang penuh potensi tersebut, dengan berbagai manfaat yang dimilikinya.
Permasalahan yang dikaji dalam makalah ini:
1.      Apakah Biodiesel dari Pohon Jarak dapat menggantikan Bahan Bakar minyak/solar dengan keuntungan yang lebih banyak dibandinkan solar?
2.      Bagaimana jika dilihat dari sisi lingkungan dan ekonomisnya dari Biodiesel dari Pohon Jarak?
Tujuan yang ingin dicapai:
1.      Mengetahui bahwa Biodiesel dari Pohon Jarak lebih menguntungkan daripada solar maupun minyak lainnya dari sisi keamanannya, sebagaimana ada dalam pembahasan.
2.      Mengetahui dari sisi lingkungan, merupakan sumber ramah lingkungan yang dapat membantu lahan-lahan kritis untuk ditanami, karena mudah hidupnya pohon jarak. Sedangkan dari sisi ekonomisnya; Indonesia dapat menghemat devisa negara, karena memiliki bahan alternatif pengganti solar (pohon jarak) yang juga sederhana dalam pembuatannya, dan dapat mendongkrak pendapatan negara, dikarenakan dunia sedang membutuhkan bahan baku sumber energi alternatif yang sebaiknya berasal dari sektor nonpangan.

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang kaya akan Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui dan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui. Salah satu contoh dari Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui adalah minyak yang menjadi sumber energi utama di Indonesia. Penggunaan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui yang terus menerus akan mengakibatkan menipisnya cadangan minyak bumi, dan dapat diketahui, kenaikan atau ketidak stabilan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari produksi minyak dan polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil.
Dan dengan keadaan yang seperti ini, sudah saatnya mencari inovasi baru, yang dapat menggantikan minyak sebagai sumber utama energi. Dengan menggunakan bahan – bahan alami yang berpotensi untuk menggantikan bahan bakar yang ada saat ini. Sebagai contoh Pohon Jarak, yang selama ini dianggap sebagai pohon yang hanya memiliki manfaat di bidang kesehatan, ternyata memiliki potensi untuk menggantikan bahan bakar solar.
Disini, kami mencoba untuk membahas tentang “BIODIESEL DARI TANAMAN JARAK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI SOLAR

B.       Rumusan Masalah
Dan yang akan kita bahas pada makalah ini adalah:
1.      Pengenalan Pohon Jarak.
2.      Apa saja manfaat dari pohon jarak tersebut?
3.      Bagaimana pembuatan biodiesel dari pohon jarak?
4.      Apa keunggulan Biodiesel dari pohon jarak?


C.      Tujuan Masalah
Harapan penulis dari adanya makalah ini adalah:
1.      Mengenal pohon jarak.
2.      Mengetahui apa saja manfaat dari pohon jarak.
3.      Mengetahui bagaiamana cara pembuatan biodiesel dengan menggunakan pohon jarak.
4.      Keunggulan apa saja yang didapat dari Biodiesel yang menggunakan pohon jarak.



BAB II
PEMBAHASAN
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam terbarui dan tidak terbarui. Di Indonesia bahan bakar minyak yang berasal dari sumber daya lam tak terbarui menjadi sumber energi utama. Penggunaan sumber daya alam tidak terbarui secara terus menerus akan mengakibatkan menipisnya cadangan minyak bumi yang sudah diketahui, kenaikan atau ketidakstabilan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari produksi minyak, dan polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil.
Persentase konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia merupakan yang terbesar dan terus mengalami peningkatan. Pada tahun 1990 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 169.168 Setara Barel Minyak (SBM), angka ini adalah 40, 2% dari total konsumsi energi final. Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 2000, konsumsi BBM di Indonesia meningkat menjadi 304.142 SBM, angka ini adalah 47, 4 % dari total energi final. Dengan demikian terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam konsumsi BBM di Indonesia. Jika hal ini dibiarkan berlangsung secara terus menerus krisis energi di Indonesia tidak dapat dihindari lagi.
Menurut agus Syarif Hidayat (2005:2), selain angka konsumsi BBM yang tinggi, kecenderungan impor bahan bakar minyak di Indonesia juga terus meningkat. Pada tahun 1992 pemakaian BBM sebagai energi final sebesar 201.577 SBM sedangkan kilang minyak dalam negeri hanya mampu memasok sekitar 167.944 SBM, sehingga harus mengimpor sekitar 33.633 SBM. Angka impor BBM ini terus meningkat hingga mencapai 107.935 SBM pada tahun 2003 atau sekitar 32,75% dari total konsumsi BBM dalam negeri. Jika hal ini tetap berlangsung, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi negara pengimpor minyak sepenuhnya.
Sebenarnya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memproduksi energi alternatif sebagai pengganti BBM. Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah untuk membuat sumber energi alternatif yang berasal dari sumber daya alam terbarukan berupa tumbuh-tumbuhan.
Selama ini tumbuhan yang dinilai dapat menghasilkan sumber energi alternatif adalah kelapa sawit. Namun kelapa sawit tergolong tumbuhan pangan, sehingga harga kelapa sawit akan terpengaruh permintaan di sektor pangan. Oleh karena itu, bahan baku sumber energi alternatif sebaiknya berasal dari sektor nonpangan misalnya jarak pagar.
Tanaman jarak pagar merupakan salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk menghasilkan sumber energi alternatif. Sumber energi yang dihasilkan dari tanaman ini berupa biodiesel yang berguna untuk menggantikan fungsi solar pada mesin diesel.
Saat ini pemerintah tengah mencanangkan program penggunaan minyak jarak pagar (Jathropa Curcas) sebagai pengganti minyak solar secara nasional. Program ini dapat berhasil dengan baik jika terjadi kerjasama yang baik diantara pemerintah dan masyarakat. Masalahnya adalah sebagaian masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber energi utama belum mengetahui adanya sumber energi alternatif ini. Untuk itulah masyarakat harus mengetahui manfaat dan keunggulan sumber energi alternatif ini agar kerjasama yang baik tersebut dapat terwujud.
A.    Tanaman Jarak Pagar.
Tanaman Jarak penghasil biodiesel berasal dari jenis tanaman Jarak Pagar yang dalam bahasa Inggris bernama Physic Nut dengan nama Jatropha curcas. Tanaman ini merupakan tanaman semak yang termasuk keluarga Euphorbiaceae.
Tanaman Jarak Pagar memiliki cabang-cabang yang tidak teratur dengan tinggi batang 1-7 meter. Batangnya berkayu, berbentuk silindris, dan memiliki tonjolan-tonjolan bekas tangkai daun yang gugur. Bila dipatahkan atau terluka batangnya akan mengeluarkan getah berwarna putih, kental dan agak keruh.
Daun tanaman ini tersebar di sepanjang batang. Permukaan atas dan bawah daun berwarna hijau, tetapi permukaan bawah lebih pucat dari permukaan atas. Daun berbentuk jantung atau bulat telur. Tulang daun menjari dengan 5-7 tulang utama. Tangkai daun panjang, sekitar 4-15 cm. Bunga tanaman ini berupa bunga majemuk berbentuk malai, berwarna kuning kehijauan, berkelamin tunggal dan berumah satu. Baik bunga jantan maupun betina tersusun dalam rangkaian berbentuk cawan. Bunga ini muncul di ujung batang atau di ketiak daun. Kelopak bunga berjumlah lima yang berbentuk bulat telur.
Buah tanaman Jarak Pagar berupa buah kotak berbentuk bulat telur dengan diameter 2-4 cm. Buah ini berwarna hijau ketika masih muda dan kuning jika sudah masak. Buah terbagi menjadi tiga ruang masing-masing ruang berisi satu biji yang berbentuk bulat lonjong, berwarna coklat kehitaman dan mengandung banyak minyak.
Tanaman Jarak Pagar (Jathropa Curcas) berasal dari Afrika Selatan Tanaman ini sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak dekade 40-an, saat penjajah Jepang menggunakan minyak jarak untuk penerangan di rumah-rumah dan sumber energi untuk menggerakkan alat-alat perang. Tanaman ini tumbuh liar atau ditanam penduduk sebagai pagar. Dapat tumbuh dengan baik di tanah yang tidak begitu subur dan beriklim panas, dari dataran rendah sampai ketinggian 300 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tahan kekeringan dan mulai berbuah dalam waktu lima bulan. Tumbuhan ini produktif penuh saat berumur lima tahun, dan usia produktifnya mencapai 50 tahun.
B.     Manfaat dari Pohon Jarak.
Beberapa manfaat dari pohon jarak yaitu: Semua bagian tanaman ini berguna, daunnya dapat digunakan sebagai makanan ulat sutra, antiseptik, dan antiradang. Getahnya untuk penyembuh luka dan pengobatan lain. Yang paling tinggi manfaatnya adalah buahnya, daging buahnya digunakan untuk pupuk hijau dan produksi gas, sementara bijinya untuk pakan ternak dan untuk bahan bakar pengganti minyak diesel (solar) dan minyak tanah.
C.    Biodiesel dari Pohon Jarak sebagai pengganti Solar.
Minyak dari tanaman jarak pagar termasuk minyak lemak. Biodiesel merupakan bahan bakar yang berpotensi menggantikan solar, karena berasal dari tumbuh-tumbuhan. Potensi terbesar tanaman Jarak Pagar terdapat pada buah yang terdiri dari biji dan cangkang (kulit). Pada biji terdapat inti biji dan kulit biji. Inti biji ini yang menjadi bahan dasar pembuatan biodiesel, sumber energi pengganti solar. Setelah melalui proses pemerahan, dari inti biji akan dihasilkan bungkil perahan, yang kemudian diekstraksi. Hasilnya berupa minyak Jarak Pagar dan bungkil ekstraksi. Minyak jarak pagar digunakan untuk penyabunan dengan hasil akhir berupa sabun dan metanolisis/etanolisis yang kemudian diproses menjadi biodiesel dan gliserin. Sedangkan bungkil ekstraksi bisa menghasilkan pupuk, menjadi bahan dasar pembuatan biogas pengganti minyak tanah, dan melalui proses ekstoksifikasi dapat menghasilkan pakan ternak.
Minyak yang dihasilkan dari biji Jarak Pagar termasuk dalam minyak lemak (fatty oil). Minyak ini berwujud cairan bening berwarna kuning dan tidak menjadi keruh meski disimpan dalam waktu yang lama. Minyak Jarak Pagar bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Pertama, melalui thermal atau catalytic cracking akan dihasilkan gas, gasoline, kerosin dan diesel, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Kedua, melalui esterifikasi transesterifikasi akan dihasilkan produk berupa biodiesel yang digunakan untuk pembangkit genset, kendaraan diesel dan kompor jarak pagar
Dibandingkan dengan solar, biodiesel memiliki kelebihan salah satunya, biodiesel memiliki daya lumas yang lebih baik dan memiliki angka cetane yang lebih tinggi (tolak ukur kemudahan menyala/terbakar dari suatu bahan bakar di dalam mesin diesel). Biodiesel pohon jarak memiliki angka cetane 51 sedangkam solar 45.
Selain itu dalam membangkitkan tenaga listrik, biodiesel tidak memerlukan genset baru karena minyak jarak dapat langsung digunakan pada genset yang sudah ada.
Cara pembuatan Biodiesel dari Pohon Jarak cukup mudah, untuk menghasilkan minyak dalam skala kecil (0,5 - 0,6 ton perawatan hari) cukup dengan mengepres biji jarak yang sudah kering menggunakan mesin diesel satu silinder, sehingga menghasilkan minyak jarak kasardan bungkil.
Tahap selanjutnya adalah menyaring menggunakan mesin penyaring sehingga dihasilkan minyak jarak bersih. Kemudian dilakukan proses pemurnian terhadap minyak jarak yang sudah bersih sampai menghasilkan minyak jarak murni yang siap dijual.
Biodiesel yang diperoleh dari tanaman jarak berupa minyak jarak yang diperoleh dari biji jarak. Menurut Tatang H. Soerawidjaya (2005:1) biodiesel yang dihasilkan dari tanaman Jarak Pagar merupakan minyak lemak semimulus (semi refined fatty oil), yang telah dibersihkan dari fosfor dan asam-asam lemak. Dalam hal ini fosfor merupakan zat yang merugikan karena mesin diesel dapat mengubah fosfor ini menjadi garam atau asam fosfat yang mengendap menjadi kerak di dalam kamar pembakaran atau terbawa keluar sebagai pencemar udara oleh emisi gas buang.
D.    Manfaat penggunaan Biodiesel dari Pohon Jarak.
Penggunaan bahan bakar fosil telah menimbulkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan. Seperti meningkatnya kadar gas rumah kaca di atmosfer bumi. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka pemanasan global adalah konsekwensi yang harus dihapai oleh seluruh penduduk bumi.
Sebagai salah satu sumber energi alternatif, Biodiesel dari tanaman jarak dapat dikategorikan  sebagai sumber ramah lingkungan. Karena menurut Humas (2005:2), pembakaran mesin yang berbahan bakar biodiesel menghasilkan emisi gas buang, asap dan partikel, yang lebih rendah. Angka setane yang lebih tinggi dibandingkan solar membuat kadar emisi gas karbon, nitrogen, dan sulfur lebih rendah. Selain itu, penggunaan biodiesel dari tanaman Jarak Pagar membuka kemungkinan penanaman kembali lahan-lahan kritis yang ada di Indonesia. Menurut Humas (2005:2), saat ini terdapat 13 juta hektar lahan kering di seluruh Indonesia. Mengingat tanaman Jarak Pagar merupakan tanaman yang dapat tumbuh di lahan keirng dan kurang subur, maka dengan menggunakan biodiesel di Indonesia, lahan-lahan kering tersebut akan dapat ditanami kembali. Penanaman kembali lahan-lahan kritis di Indonesia akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan, karena akan membentuk suatu sumber penghasil gas oksigen yang sangat penting bagi kehidupan, mengurangi pencemaran oleh gas-gas rumah kaca, dan membentuk suatu benteng penahan banjir dan longsor.
Dengan dihijaukannya kembali lahan-lahan kritis, berarti akan membuka lapangan pekerjaan baru yang layak bagi masyarkat. Mereka dapat bekerja sebagai petani yang menanam dan merawat tanaman-tanaman jarak yang akan digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Buah jarak yang dihasilkan dijual kepada perusahaan yang mengolahnya menjadi biodiesel dengan harga tertentu. Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal penyediaan bibit dan penentuan harga minimum dari buah Jarak Pagar, agar petani tidak dirugikan.
Potensi lain adalah ekspor biodiesel ke berbagai negara maju yang saat ini sedang gencar-gencarnya menekan emisi gas rumah kaca. Negara-negara maju seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Brasil saat ini juga sedang mengembangkan penggunaan biodiesel. Jika Indonesia mampu mengembangkan biodiesel dari minyak jarak dengan kualitas yang bagus, pasar internasional terbuka untuk Indonesia. Dengan demikian, secara makro, Indonesia dapat menghemat devisa negara untuk membeli solar.



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa, penggunaan bahan bakar fosil telah menimbulkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan. Seperti meningkatnya kadar gas rumah kaca di atmosfer bumi. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka pemanasan global adalah konsekwensi yang harus dihadapi oleh seluruh penduduk bumi. Dan sebagai alternatif, tanaman Jarak dapat dijadikan pengganti bahan bakar, khususnya solar. Tanaman Jarak penghasil biodiesel berasal dari jenis tanaman Jarak Pagar yang dalam bahasa Inggris bernama Physic Nut dengan nama Jatropha curcas. Tanaman ini merupakan tanaman semak yang termasuk keluarga Euphorbiaceae.
Semua bagian tanaman ini berguna, daunnya dapat digunakan sebagai makanan ulat sutra, antiseptik, dan antiradang. Getahnya untuk penyembuh luka dan pengobatan lain. Yang paling tinggi manfaatnya adalah buahnya, daging buahnya digunakan untuk pupuk hijau dan produksi gas, sementara bijinya untuk pakan ternak dan untuk bahan bakar pengganti minyak diesel (solar) dan minyak tanah. Beberapa kelebihan Biodiesel dari Pohon Jarak dapat dilihat dari sisi ramah lingkungan, karena mengandung angka cetane yang lebih rendah daripada solar, dan memungkinkan untuk ditanam di lahan-lahan kritis. Sedangkan dari segi ekonomisnya, Indonesia dapat menghemat devisa negara, bahkan meningkatkannya melalui pembuatan bahan alternatif pengganti bahan bakar solar menggunakan pohon jarak, yang termasuk ramah lingkungan.

B.     Saran

Walaupun hasil penelitian Biodiesel ini cukup berhasil, tapi masih banyak orang yang belum mengetahuinya, apalagi mengembangkan ke taraf Internasional. Dan juga, meskipun Biodiesel dari Pohon Jarak termasuk sumber yang ramah lingkungan, tapi masih ada beberapa masalah yang mengganggu lingkungan antara lain biodiesel yang dihasilkan dari tanaman Jarak Pagar merupakan minyak lemak semimulus (semi refined fatty oil), yang telah dibersihkan dari fosfor dan asam-asam lemak. Dalam hal ini fosfor merupakan zat yang merugikan karena mesin diesel dapat mengubah fosfor ini menjadi garam atau asam fosfat yang mengendap menjadi kerak di dalam kamar pembakaran atau terbawa keluar sebagai pencemar udara oleh emisi gas buang, dan inilah yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dicari pemecahannya. Agar semakin sempurnanya Biodiesel dari Pohon Jarak yang dapat memberikan kontribusi yang maksimal untuk orang disekelilingnya, dan negara secara ummnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.bppt.go.id/berita/news2.php?id=7681, Minyak Jarak Pengganti Solar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar